69315db6a6bcf

AWS Rilis Nova 2, Model AI Siap Pakai yang Lebih Murah dan Lebih Pintar

Amazon Web Services (AWS) resmi memperkenalkan keluarga model AI terbarunya, bernama amazon Nova 2. Ada empat versi yang dirilis, yakni Nova 2 Lite, Nova 2 Pro, Nova 2 Sonic, dan Nova 2 Omni.

Ini menjadi pembaruan besar dari lini model Nova yang pertama kali diumumkan tahun lalu. Peluncuran Nova 2 ini dilakukan langsung oleh CEO AWS, Matt Garman, dalam keynote pembuka AWS re:Invent 2025 di Las Vegas, baru-baru ini.

“Hari ini, kami membuat Nova menjadi lebih baik lagi dengan menghadirkan generasi terbaru, yaitu Nova 2. Nova 2 menawarkan model berbiaya efisien, berlatensi rendah, dengan kecerdasan setara frontier model,” kata Garman di atas panggung peluncuran.

Amazon Nova ini setara dengan foundation model seperti GPT, Claude, atau Gemini, tetapi dikembangkan sendiri oleh AWS untuk dipakai pelanggan di platform Amazon Bedrock.

Empat model baru Nova 2

Berbeda dari generasi sebelumnya, Nova 2 hadir dengan empat model yang masing-masing dirancang untuk kebutuhan berbeda, mulai dari reasoning, multimodal, hingga percakapan suara.

Pertama, ada Nova 2 Lite yang didesain sebagai model reasoning yang lebih hemat biaya. Model AI ini mampu “berpikir sebelum menjawab”, memproses teks, gambar, dan video, lalu menghasilkan respons teks.

Model ini ditujukan untuk tugas sehari-hari seperti analisis dokumen, penulisan, hingga data extraction dengan biaya jauh lebih rendah.

Kedua, ada Nova 2 Pro, model reasoning paling canggih di keluarga Nova. Selain teks, gambar, dan video, ia dapat memproses audio. AWS menyebut Nova 2 Pro cocok untuk tugas kompleks seperti coding, agentic AI, dan proses bisnis yang membutuhkan penalaran tingkat tinggi.

Ketiga, Nova 2 Sonic yang hadir sebagai model speech-to-speech generasi baru. Ia dirancang untuk percakapan AI real-time dengan suara manusia yang lebih natural dan latensi lebih rendah. Cocok untuk layanan customer service berbasis suara atau asisten virtual.

Terakhir, ada Nova 2 Omni, model ini diklaim sebagai model AI multimodal paling lengkap. Nova 2 Omni bisa menerima input teks, gambar, audio, dan video, lalu menghasilkan output berupa teks maupun gambar.

AWS menyebut Omni sebagai model serbaguna untuk kebutuhan analisis konten lintas format hingga generasi/pembuatan gambar.

Di atas panggung, Garman menggambarkan kebutuhan model AI multimodal dengan contoh keynote re:Invent sendiri. Garman menyebut, jika ingin membuat ringkasan lengkap dari sesi opening keynote dirinya, model AI harus bisa “mendengar” apa yang diucapkannya, “melihat” isi slide yang tampil di layar, dan “memahami” video demo yang diputar sepanjang sesi opening keynote.

“Dunia nyata itu multimodal. Anda tidak hanya membaca teks, tetapi juga melihat gambar, mendengar audio, dan menonton video. Nova 2 Omni adalah model pertama kami yang memahami semuanya sekaligus dan mampu bernalar secara keseluruhan,” ujar Garman.

Bagi perusahaan, model multimodal seperti ini relevan untuk skenario seperti analisis rapat (menggabungkan rekaman suara, presentasi, dan catatan), pemantauan media, konten marketing, sampai analisis video CCTV.

Seluruh model Nova 2 akan tersedia melalui Amazon Bedrock, platform layanan AI generatif AWS.

Bedrock menyediakan “etalase” model, baik model AI buatan Amazon seperti Nova, maupun model pihak ketiga (GPT OpenAI, Llama Meta, Qwen Alibaba, Claudr Anthropic, dll), serta alat untuk menghubungkan model tersebut dengan data perusahaan dan sistem internal secara aman.

Nova Forge untuk bikin model frontier sendiri

Selain Nova 2, AWS juga memperkenalkan layanan baru bernama Nova Forge. Layanan ini memungkinkan perusahaan membangun model frontier mereka sendiri berbasis model Nova yang disediakan AWS.

Garman menyebut, Nova Forge lahir dari kebutuhan pelanggan besar yang selama ini kesulitan menyuntikkan data internal mereka ke model AI yang sudah terlatih.

“Semakin banyak data ditambahkan setelah model selesai dilatih, semakin besar risiko model melupakan hal-hal penting yang sudah dipelajari sebelumnya. Model bisa kehilangan kemampuan bernalar. Ini mirip seperti manusia belajar bahasa baru di usia dewasa, jauh lebih sulit dibanding saat masih kecil,” kata Garman.

Dengan Nova Forge, pelatihan dilakukan sejak fase awal sehingga model tetap mempertahankan kemampuan dasar (reasoning, knowledge umum), sambil memahami data proprietary perusahaan dengan lebih dalam.

Garman memberikan gambaran, dengan Nova Forge, pelanggan bisa memilih checkpoint pelatihan Nova 2 di tahap tertentu, sebut saja ketika model sudah dilatih sekitar 80 persen.

Di tahap ini, perusahaan bisa “menyuntikkan” data proprietary mereka, seperti dokumen teknis, catatan insiden, manual internal, atau log operasional, ke proses pelatihan lanjutan.

Model hasil pelatihan kustom ini disebut AWS sebagai “novella”. Novella kemudian bisa diunggah kembali dan dijalankan di Bedrock layaknya model lain, tetapi dengan tingkat pemahaman yang jauh lebih dalam terhadap bahasa, istilah, dan pola kerja di perusahaan tersebut.

Sejauh ini, beberapa perusahaan besar, seperti Reddit, Sony, dan Booking.com disebut sudah menjadi pengguna awal Nova Forge.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *