GettyImages-628829392.jpg

Google & Apple Peringatkan Karyawan Pemegang Visa: Hindari Perjalanan Internasional

Dua raksasa teknologi dunia, Google dan Apple, dilaporkan telah mengeluarkan peringatan keras bagi para karyawan mereka yang berstatus pemegang visa kerja. Melansir laporan terbaru dari TechCrunch pada Sabtu (20/12/2025), perusahaan-perusahaan tersebut menyarankan karyawan yang memerlukan stempel visa untuk masuk kembali ke Amerika Serikat agar segera menunda rencana perjalanan ke luar negeri.

Langkah preventif ini diambil sebagai respons terhadap laporan mengenai durasi proses administrasi visa yang kini memakan waktu jauh lebih lama dari biasanya, sehingga menimbulkan risiko besar bagi mobilitas tenaga kerja ahli di AS.

Memo Internal Firma Hukum: Risiko Penundaan Tak Terduga

Laporan dari Business Insider (BI) mengonfirmasi keberadaan memo internal dari dua firma hukum imigrasi terkemuka: BAL Immigration Law yang mewakili Google, dan Fragomen yang mewakili Apple. Kedua firma tersebut menekankan adanya ketidakpastian yang signifikan dalam proses kepulangan ke Amerika Serikat bagi warga negara asing.

Dalam memo yang dikirimkan kepada karyawan Apple, pihak Fragomen secara tegas menyatakan:

“Mengingat adanya pembaruan terkini dan kemungkinan terjadinya penundaan yang tidak terduga serta berkepanjangan saat kembali ke AS, kami sangat menyarankan agar karyawan tanpa stempel visa H-1B yang valid untuk menghindari perjalanan internasional saat ini.”

Prioritas Pemeriksaan Mendalam (Vetting)

Menanggapi situasi ini, juru bicara Departemen Luar Negeri AS menyampaikan kepada media bahwa kedutaan besar Amerika Serikat di seluruh dunia kini mengadopsi standar prosedur yang lebih ketat. Pihak otoritas sedang memprioritaskan pemeriksaan latar belakang (vetting) yang sangat mendalam terhadap setiap kasus visa, demi memastikan keamanan dan kepatuhan administratif.

Dampak dari kebijakan ini sudah mulai dirasakan secara nyata di lapangan. Laporan dari media Salon menyebutkan bahwa ratusan profesional asal India yang pulang ke negara asal mereka pada Desember ini untuk memperbarui visa kerja justru menghadapi pembatalan atau penjadwalan ulang janji temu secara massal di kedutaan. Hal ini diduga kuat berkaitan dengan aturan baru yang mewajibkan pemeriksaan ketat terhadap rekam jejak media sosial bagi setiap pemohon visa.

Konteks Kebijakan dan Tekanan Biaya

Kondisi ini menambah beban baru bagi industri teknologi. Berdasarkan informasi tambahan dari TechCrunch, peringatan serupa sebenarnya pernah dikeluarkan pada September lalu. Saat itu, Gedung Putih mengumumkan kebijakan baru yang mewajibkan pemberi kerja membayar biaya tambahan sebesar $100.000 untuk setiap aplikasi visa H-1B.

Pihak TechCrunch telah berupaya menghubungi Google dan Apple untuk komentar lebih lanjut, namun situasi ini sudah cukup memberikan sinyal kuat bagi para pekerja profesional global. Ketidakpastian regulasi imigrasi dan pengetatan birokrasi saat ini memaksa para pekerja ahli untuk lebih berhati-hati dalam merencanakan perjalanan lintas negara demi menjaga status legalitas kerja mereka di Amerika Serikat.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *